Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 04 September 2010

Pidato Soekarno tentang Malaysia

nasionalisme tdk hanya kita tunjukkan dari sikap hormat kita kepada bangsa ini, melainkan harus juga mampu menjaga harga diri dan berjuang untuknya.  Indonesia tidak suka perang, itu sudah jelas dan nyata dari sikap rakyat ny yang selalu mengedepankan ramah tamah dan toleransi. Jika sifat ini sampai berubah menjadi kebalikannya maka ada sesuatu yang sangat mengusik ketentraman rakyat Indonesia.
 Rakyat marah jika memang da sesuatu hal yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi dan tidak ada ramah tamah untuk itu, maka pejuang-pejuang Indonesia mengajarkan BERANI (merah) dan SUCI (putih) yang artinya kita harus BERANI karena kita BENAR.
 Apa saja yang melewati batas hingga rakyat Indonesia geram.
1. Ambalad yg tercuri
2. TKI yang tersiksa, bahkan mati.
3. Garis batas yang mulai dicuri, kalimantan.
4. Batas wilayah yg tidak dihargai.
5. Batik yg coba di klaim.
6. Pendet yang hampir saja tercuri.
dll.
Proklamator Indonesia pun mencatat sejarah bahswa beliau sangat geram akan sifat PEMERINTAH Malaysia. nampaknya mereka mencoba untuk mengulang sejarah. Tepat sekali, pesan Dr.Ir.Soekarno bahwa Jangan Sekali sekali melupakan sejarah (jas merah), hingga pidato beliau nampakny membakar rakyat Indonesia saat itu.


Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!
Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!

Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu
Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo...ayoo... kita... Ganjang...
Ganjang... Malaysia
Ganjang... Malaysia
Bulatkan tekad Semangat kita badja

Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!

Soekarno.



Apakah saat ini kita, rakyat Indonesia, akan terpancing dengan cara-cara lama? TENTU TIDAK bangsa Indonesia telah terdidik menjadi negara yang SABAR, INTELEKTUAL, CERDAS, dan TEGAS. Untuk menangani permasalahan KECIL semacam ini Indonesia yakin akan berjaya pada waktu yang singkat.
Jayalah Indonesiaku, MERDEKA!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar